Jumat, 04 Desember 2015

Tanjung Tembaga, pelabuhan sekaligus tempat pariwisata Probolinggo


Probolinggo, merupakan salah satu kota di jawa timur yang berada di garis pesisi pantai utara. sepanjang garis pantai probolinggo, mempunyai bentangan pohon mangrove yang cukup panjang. letak strategis probolinggo yang berada di garis pantai membuat probolinggo mempunyai kawasan ekowisata bakau dan tentu juga pantainya. salah satu wisata bakau yang terkenal beranama beejay bakau resort (BJBR) sedangkan pantainya dapat ditemukan di pelabuhan Tanjung Tembaga.

Tanjung Tembaga
Tanjung Tembaga, termasuk dalam kategori Pelabuhan Perikanan Pantai. Pelabuhan di probolinggo mempunyai banyak manfaat diantara lain untuk pabrik Kutai Timber Indonesia (KTI), ekowisata bakau, nelayan dan pariwisata. masyarakat probolinggo biasanya melakukan wisata ke pelabuhan pada saat menjelang hari weekend. disini masayarakat bisa menikati wisata yang cukup murah dan dapat dilakukan dengan kelurga besar.

Salah satu wisata yang bisa dinikmati dengan keluarga seperti camping, mandi di laut, dan menikmati sunset. biasanya orang tua menyiapkan makanan, anak - anaknya mandi sambil menunggu matahari terbenam. oh ya, hari weekend kita juga akan menemukan banyak jajanan di sepanjang pantai, sehingga wisatawan dapat melakukan wisara kuliner. Selain itu wisata yang bisa dinikmati seperti aktivitas nelayan di kapal yang bersandar di pelabuhan. 
kapal nelayan

Bagi temen - temen yang menginginkan wisata murah dan bareng keluarga bisa berkunjung ke pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. dengan melihat pantai, kita bisa menghilangkan penat sejenak. selamat menikmati

Kamis, 05 November 2015

SURGANYA AIR TERJUN, COBAN SEWU

Coban, curug, ataupun air terjun itu sama saja. Tergantung daerah masing – masing menyebutnya. Saya akan bercerita mengenai coban sewu atau tumpak sewu. Coban sewu terletak di kabupaten lumajang, dan perbatasan dengan kota malang. Jalur coban sewu ada tiga, dua dari kabupaten lumajang satu dari kabupaten malang. Saya memilih jalur dari kabupaten lumajang, yaitu melewati goa tetes.
Goa tetes
Dari pos goa tetes, jalur yang kita lewati hanya turunan saja. Lewat jalur ini, kita akan lihat tebing disekitar kita, dan melihat aliran sungai dibawahnya. Goa tetes merupak sebuah lubang tetapi, diatas goa ini ada air yang jatuh dari tebing. Goa ini hanya sebutan, dan tidak bisa dimasukkin. Jalur menuju coban sewu, kita akan menyusuri air terjun ini, jalurnya licin. Kita akan naek sebentar dan kemudian turun menuju jalur sungai.
Sesampai dibawah, kita akan menyusur jalur sungai. Waktu saya kesini, musim lagi kemarau debit air cukup kecil. Disini banyak kubangan air, kalau mau berenang disini cukup enak. Selama menyusur sungai, kita terkadang harus menyebrang aliran sungai yang tingginya sekitar 50 cm. arus disungai ini lumayan kencang juga, jadi lebih baik memakai sandal gunung.

coban sewu
Sesudah susur sungai selesai, kita akan sampai di coban sewu. Coban sewu air terjunnya cukup besar, dan percikkan airnya bisa membuat pakaian kita basah. Air terjun ini, seperti lubangan yang cukup besar, seperti di film sanchtum. Airnya seperti mengelilingi dinding tebing dari lubangan ini. Konon, katan penduduk setempat, dulu debit air bisa mencapai 1000 meter. Nah sebagian orang mneyebut coban sewu, karena airnya sedalam 1000 meter dan ada juga yang menyebutkan 1000 sumber mata air.


Selasa, 03 November 2015

BALURAN WISATA SATWA



Baluran, yah padang rumput yang cukup terkenal di Indonesia. Baluran merupakan salah satu kawasan Taman Nasional yang berada di Jawa Timur. Kemaren tanggal 27 Oktober 2015 saya berkesempatan berkunjung ke kawasan Taman Nasional Baluran (TNB). Pertama masuk gerbang kawasan akan ada tiket masuk kawasan TNB yang dikenakkan untuk pembayaran wisata pengamatan, kendaraan dan trekking di kawasan. Wisata yang ditawarkan diantara lain, pengamatan satwa di padang bekol dan pantai.
Jalan menuju padang bekol rusak, banyak aspal yang sudah mulai lepas. Tidak direkomendasikan menggunakan mobil sedan. Kanan kiri jalan, terdapat hutan yang sudah mati dan kering sangat jarang melihat pohon yang ijo. Kebanyakan pohon sudah tak berdaun dan kering. Musim saat itu, hampir di seluruh wilayah Indonesia mengalami kekeringan dan banyak hutan yang mengalami kebakaran. Perjalanan dari pos awal TNB ke padang savanna bekol sekitar satu jam.
Padang savana bekol

Padang savanna bekol, merupakan padang rumput yang cukup luas mungkin sekitar 4 kali lapangan bola. Disana kita bisa melihat banteng yang berendam, tengkorak banteng, monyet, dan tentu juga merak. Untuk melihat satwa di TNB, terutamanya merak lebih baik sore hari. Sore hari merak banyak keluar di padang savanna. Kita bisa melihat merak hidup liar disini. Terkadang merak berada di jalan yg kita telusuri, sehingga kita bisa lihat merak terbang. Pengalaman pertama saya melihat merak terbang yah di TNB. Ketika terbang ekor dan sayapnya terlihat cantik. Ekor merak cukup panjang, dibandingkan sayapnya. Begitulah pengalaman saya di Taman Nasional Baluran. See youuu merak


merak di Taman Nasional Baluran









Senin, 02 November 2015

KAWAH IJEN



kawah ijen, saya akan bercerita perjalanan kemaren ini. Saya masuk kawah ijen melalui jalan bondowoso. Sebelum masuk pos kawah ijen, aka ada 3 pos penjagaan. Pos penjagaan ini tidak resmi, mungkin punya penjaga PTPN. Di pos itu, nanti ada pemungutan yang tidak resmi. Di pos itu saya kasih pembayaran Rp 5000. Pos terakhir, berupa parkiran yang luas cukup untuk menaruh sekitar puluhan mobil. Menuju pos kawah ijen, tidak ada kendaraan umum.  Saya menuju pos menggunakan kendaraan pribadi.
Sampai pos penjagaan kawah ijen, sekitar pukul 02.30 dan pos belum dibuka. Suhu di pos sudah cukup dingin, mulut sudah bisa mengeluarkan asap. Pendakian kawah ijen baru dibuka pukul 03.00. di hari biasa, wisatawan yang mendominasi adalah orang luar Indonesia. Sebelum kita mulai jalan menuju kawah, semua pendaki di periksa karcis tiketnya di pos penjagaan.
Jalur ke kawah ijen, cukup menanjak. Kondisi saat itu, daerah ijen sudah lama tidak hujan. Jalan berdebu, disarankan memakai masker. Pendaki lain juga ada yang memakai kaca mata renang, agar debu tidak masuk kedalam mata. Dari pos awal pendakian, sampai pos timbangan jalan naek terus tidak ada jalan datar. Pos awal ke pos timbangan membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Pos timbangan merupakan tempat menimbang hasil tambang tetapi sekarang sepertinya tidak berfungsi. Di pos timbangan sekarang sudah ada tokoh. Pos timbangan ke puncak, jalan relative datar. Jalurnya landai, dan hanya melipir punggungan saja.
Kawah Ijen
Sesampai di puncak, kira – kira waktu yang ditempuh adalah 1 jam. Sesampai di kawah ijen, vegetasi sudah tidak ada. Angin cukup kencang, dan dapat mendorong tubuh kita. Disana banyak ditemukan penambang batu, alat buat nambang, dan semacam kursi angkut batu. Dari atas kawah kita bisa turun menuju bawah kawah. Untuk menuju bawah kawah, diusahakan memakai masker. Bau kawah ijen menyengat, mata juga perih ketika asap menuju kita. Air kawah yang saya dapat tidak berwarna biru, mungkin saya kurang beruntung. Walaupun warnanya bukan biru api, kawah ijen tetap indah. Kawah ini seperti danau besar yang berada diatas gunung. Dari kawah ini juga, masyarakat tetap dapat hidup dengan menambang walaupun taruhannya kesehatan.


di dasar kawah ijen

Rabu, 27 Mei 2015

Canopy trail cikaniki




jembatan gantung, saya menyebutnya. jembatan ini biasa disebut dengan canopy trail, terdapat di resort cikaniki. canopy trail, memiliki kurang lebih 4 stasiun pengamatan. panjang canopy trail ini berkisar antara 1 km dan tinggi kurang lebih 100 meter. jembatan ini berfungsi sebagai wisata ataupun pengamatan dari elang jawa maupun owa jawa. 

canopy trail cikaniki


Kamis, 07 Mei 2015

Kampung Wisata Citalahab



Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yah terdengar kata salak identik dengan gunung mistis dan sacral bagi kami yang tinggal di jawa barat. Kawasan TNGHS banyak masyarakat yang tinggal, seperti kasepuhan, ataupun desa disekitarnya. Salah satu kampung yang saya kunjungi yaitu kampung wisata Citalahab. Kampun ini bisa ditempuh dari kabandungan (kantonr TNGHS) sampai berhenti di terminal cipeteuy. Setelah sampai di cipeteuy, perjalanan dilanjutkan menggunakan elf sekitar 2 jam.
trek citalahab
Perjalanan menuju kampung citalahab, jalannya kadang berbatu dan berlumpur. Selain itu kondisi saat itu hujan, jalan licin. Kadang ditengah jalan, ada pohon yang roboh dan harus dipindahkan terlebih dahulu. Jangan tanyakan kemahiran sopir elf ini, mungkin mereka tidak punya SIM. Mereka mengemudi mobil, seperti sudah hafal mana jalan yang dipilih agar ban mobil tidak selip. Jalannya berbelok, terkadang samping kita jurang. Sopir dengan santai melewati jalan ini, tangan kiri memegang setir dan kanan memegang putung rokok. Kalau rokok masih dipegang, tanda jalan tidak lah sulit. Rokok bisa dipakai tanda, sopir lagi gugup atau tidak.
pintu masuk kampung citalahab
Dua jam perjalanan, sudah saya lalui. Kampung citalahab, terlihat cukup kecil. Tidak banyak yang tinggal disini, mungkin hanya sekitar 50 KK. Dari kampung ini, saya bisa melihat kebun teh yang ditanam secara terasering oleh masyarakat sekitar. Selain itu, akan terlihat hamparan pegunungan halimun, dengan kabut tipisnya. Halimun, memang berarti kabut. Jadi tidak heran, kita disini sering menemukan kabut. Selain kebun teh, kita bisa diantarkan oleh warga local untuk perkenalan pemanfaatan tanaman yang digunakan oleh warga sekitar. Perjalanan ini, biasa disebut warga dengan nama jungle trekking. Jalan yang kita lalui sudah disiapkan dengan interpretasi tiap pohon dan manfaatnya. Disana kita bisa melihat habitat dari owa jawa ataupun elang jawa. Kampung citalahab, mempunyai banyak potensi. Potensi ekowisata maupun penunjang ekonomi dari masayarakat itu sendiri.



view kebun teh citalahab

Rabu, 06 Mei 2015

Pangrango dan Lembah Kasih Mandalawangi



“Aku percaya bumi emas tanah airku sepanjang masa’kan menghijau dan selalu. Dan disana, hutan – hutan rimbun memanggil hujan. Kutipan dari Gesang (1963). 12 April 2015 saya melakukan pendakian ke gunung pangrango, salah satu bumi emas yang ada di Indonsia. Saya melakuan pendakian mendampingi siswa pecinta alam SMA KORNITA atau biasa disebut WAPALA. Pendakian ini, bagi sebagian dari anggota WAPALA merupakan pertama kalinya.
Pintu gerbang pendakian TNGP
Kita berangkat dari pos perizinan pukul 12.30, cuaca saat itu mendung dan agak gerimis. Targer kita yaitu mendirikan camp di post kandang badak. Perjalanan menuju kandang badak, berbatu dan relative landai. Sebelum sampai di kandang badak, kita menjumpai beberap pos yang menarik seperti telaga warna, air terjun cibeurem, sumber air panas dan kandang batu. Kita sampai kandang badak, sekitar pukul 19.00 dan setelah itu mendirikan camp.
Esok hari nya kita summit ke puncak pangrango dari kandang badak sekitar pukul 08.30. jalan ke puncak pangrango, masih alami. Enggak seperti dari post perizinan ke kandang badak, ini jalurnya masih tanah dan akar – akar pohon banyak di sekitar jalur. Kita sampai puncak pangrango sekitar pukul 11.30. puncak pangrango sangat berbeda dengan puncak gede. Pangrango, hanya ada symbol triangulasi tidak ada pemandangan yang begitu bagus. Pangrango memang terkenal dengan mandalawinya.
Lembah Mandalawangi
Lembah mandalawangi, letaknya tidak jauh dari puncak. Sekitar 10 menit dari puncak. Lembah mandalangi, yah ada menyebutnya lembah kasih ada juga lembah abadi edelweiss. Di ketinggian 3000an mdpl, disini seperti melihat lapangan bola di atas gunung. Luas, dan dikelilingi oleh bukit – bukit. Mandalawangi, akan selalu identik dengan edelweiss. Bunga yang disimbolkan dengan keabadian, dan kekelan. edelweis bisa dikatakan symbol dari gunung gede dan pangrango, bunga abadi. “mungkin Tuhan menciptakan tanah pasundan dengan tersenyum “.